Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

21 Agustus 2007

Mengenal Macam-macam Mesin Diesel

Mesin diesel, jika dilihat dari bentuk ruang bakarnya terdiri atas dua bagian, yaitu mesin dengan ruang bakar langsung dan ruang bakar tambahan. Ruang bakar langsung (direct injection) terdiri atas tiga tipe yaitu multi spherical, hemispherical dan spherical.

Sedangkan ruang bakar tambahan terdapat dua bagian yaitu tipe ruang bakar kamar dalam (pre-combustion chamber) dan tipe ruang bakar kamar pusar (swirl chamber). Pada ruang bakar langsung (direct injection), injection nozzle akan menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar utama (main combustion) yang terdapat pada piston dan cylinder head.

Keuntungan yang didapatkan dari bentuk ruang bakar ini adalah efisiensi panas tinggi, konstruksi cylinder head sederhana dan perbandingan kompresi dapat diturunkan. ''Sedangkan kerugiannya, pompa injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi, suara lebih berisik dan bakar bakar yang digunanakn harus bermutu tinggi,'' ungkap Erens Jafet, Training Head, Services Department PT Pantja Motor.

Sebaliknya, pada ruang bakar tambahan (pre-combustion chamber type), bahan bakar akan disemprotkan oleh injection nozzle ke pre-combustion chamber. Dan sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di ruang utama (main combustion chamber).

Keuntungannya, papar Erens, asap hitam lebih sedikit, suara mesin lebih halus, dan tidak terlalu peka terhadap perubahan timing injeksi. Sedangkan kerugiannya, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan pemakaian bahan bakar lebih boros. Adapun pada indirect injection (swirl chamber type), kamar pusar mempunyai bentuk spherical. Udara yang dikompresikan piston memasuki kamar pusar dan membentuk turbulensi. Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis diruang bakar utama.

Keuntungannya, kecepatan mesin lebih tinggi, gangguan pada nozzle lebih kecil (tipe pin) dan suara mesin lebih halus. Kerugiannya, ungkap Erens, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan detonasi lebih mudah terjadi.

http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=4&id=252420&kat_id=105&kat_id1=148&kat_id2=198

Mengatasi Penurunan Akselerasi Mobil Diesel

Bicara mesin diesel dan mesin bensin, ada perbedaan karakteristik. Perbedaan tersebut terutama pada sistem pengapian. Mesin diesel menggunakan prinsip auto-ignition (terbakar sendiri), sedangkan mesin besin menggunakan prinsip spark-ignition (pembakaran yang dipicu oleh percikan api pada busi).

Karena perbedaan itu, seringkali mesin diesel (solar) mengalami penurunan akselarasi dibandingkan dengan mesin bensin. Ini bisa disebabkan solar bercampur air dan kotoran. Akibatnya, pembakaran tidak sempurna sehingga mobil tersendat-sendat.

Endapan air dan kotoran yang terjadi di dalam saringan solar harus diperhatikan. Bila endapan sudah terlalu banyak dapat terbawa masuk ke sistem saluran bahan bakar sehingga pompa dan nosel injector mudah berkarat serta aus. Untuk mengatasinya sangat mudah, yaitu dengan membuang kandungan air yang sudah mencapai ambang batas melalui water sedimenter. Caranya sebagai berikut:


1. Lakukan pemeriksaan rutin kandungan air, sebaiknya dilakukan setiap 5.000 km. Jika kurang dari batas itu, indikator sedimenter pada dasbor akan menyala.
2. Cara membuangnya kendurkan baut plastik di sebelah pompa tangan atau tepatnya di samping atas mesin. Buka baut plastik tadi seperlunya sampai cairan solar bercampur air menetes keluar.
3. Tekan pompa pembuangan dengan tangan ke atas dan ke bawah. Sambil memompa perhatikan cairan yang keluar dari sedimen, pertama kotoran lalu air.
4. Tadahlah buangan solar di baki penampung supaya tidak tercecer ke mobil. Karena jika tumpah, solar bisa membuat karet-karet/bushing jadi melar dan mengeras.
5. Setelah isi water sedimenter habis, putar tuas pompa melawan arah jarum jam untuk membuka kancing pompa agar kandungan air yang tersisa bisa keluar semua.
6. Kemudian tarik tuas pompa dan lakukan pemompaan secara teratur untuk membuang solar dan kotoran. Lakukan beberapa kali sampai benar-benar habis. Jika sudah yakin endapan telah habis semua kembalikan pompa ke posisi semula dan kunci kembali dengan memutar searah jarum jam. n sya/berbagai sumber